Tampilkan postingan dengan label Hidayah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hidayah. Tampilkan semua postingan

Akibat Menyambung Rambut

Ada suatu kisah yang dialami seseorang di suatu tempat mengenai rambutnya.

Pada awalnya, ia merasa puas pada hasil potongan pendek rambutnya. Tapi keesokan harinya, rambut baru itu menjadi bahan ledekan teman2-nya.

Tak kuat menahan malu, tanpa sepengatahuan keluarga, ia nekat pergi ke salon dan menyambung rambutnya. Tidak tanggung-tanggung untuk perbuatan haram itu, ia relakan bayaran (uang) yang cukup besar.

Pagi harinya, ia sudah sibuk menyiapkan berbagai jenis barang dari air panas, air dingin, air hangat, gunting, sisir, handuk dan lain-lain. Lucunya, ia berusaha sembunyi-sembunyi melakukannya hingga jusru diam-diam menarik perhatiannya.

Menjelang Ashar, ia masih sibuk sendiri. Bahkan ia sampai bolos sekolah. Tak kuat menahan perasan kesal terhadap sang "pelaku' ("he he he…"), salah satu keluarganya bertanya mengenai rambutnya.

Ternyata rambut barunya yang ia ikat ke belakang sama sekali tidak bisa dilepas. Bahkan untuk diurai satu persatu pun terasa amat lengket di tangan.
Dengan wajah "memelaz", akhirnya ia minta tolong pada keluarganya.

Akhirnya keluarganya harus turun tangan untuk membantunya. Ia berkerasa tidak mau disuruh kembali ke salon karena memang kondisinya sangat memalukan.
"Sebenarnya, cara yang paling mudah sih dengan menggunduli rambutnya, tapi itu pun bukan cara terbaik mengingat Rosulullah melarang wanita untuk mencukuri rambutnya."
Akhirnya, satu-satunya cara adalah melepaskan sambungan rambutnya satu ppersatu secara manual alias dikorek dengan kuku. Bayangkan keluarganya harus mengorek seluruh sambungan rambutnya hingga menjelang tengah malam. Hasilnya kuku keluarganya (ibu dan kakanya) harus keropos sana-sini.
Ia pun masih harus keramas berulang-ulang untuk membersihkan serpihan-serpihan lem yang ada.

Setelah peristiwa ini, ia mengaku "kapok" dan "bertaubat".

Smoga peristiwa ini bisa menjadi pelajaran dan hidayah bagi kita semua, bahwa apapun yang telah dilarang Allah untuk kita, pada dasarnya semua itu semata-mata hanya untuk kebaikan kita sendiri.

Gara-gara Setitik Kata

"Jagalah Di Setiap Perkataan-mu"

Mungkin itu sepatah kata yang dapat ku-ungkapkan.....................
karena di setiap kata yang telah keluar dari dalam mulut kita mungkin akan keluar bisa yang akan meracuni orang yang mendengar.

Gara-gara setitik kata yang telah terucap, bisa menimbulkan berbagai kakacauan yang akan terjadi.
contoh: seseorang yang akan berniat akan bercanda pada seseorang eh malah mendapat musibah.......
       itu gara-gara orang yang akan di ajak bercanda, jadi tersungging "eh jadi tersungging, jangan serius teuing ah" maksudya tersinggung dari sebuah perkataan yang telah keluar dari dalam goa manusia (mulut maksute)

jadi sekali lagi pesan dari sponsor:
"Jagalah Mulutmu Dari Hal-Hal Yang Buruk"
"Lihat situasi Donk Kalo B'canda"
"Karena Mulutmu Harimau-mu"


Pesan dari Sponsor : "Makanya sebelum bergaul, kita harus belajar "ETIKA" dulu Donk!!!disini, Yach"


"Say No To Drug"